Saffron mengandung senyawa crocin dan safranal yang diteliti karena aktivitas antioksidan serta potensi pengaruhnya terhadap proses peradangan.
Beberapa penelitian suplementasi saffron juga mengamati perubahan kadar protein C-reaktif atau CRP, salah satu penanda peradangan dalam darah.
Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa saffron efektif mengobati penyakit radang usus atau mencegah penyakit tertentu. Penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.
Karena harganya relatif mahal, saffron umumnya digunakan dalam jumlah kecil untuk memberikan warna, aroma, dan rasa khas pada nasi, sup, atau semur.
6. Kapulaga, rempah aromatik yang kaya senyawa tumbuhan
Kapulaga sering digunakan dalam masakan berempah maupun minuman tradisional. Di balik aromanya, kapulaga mengandung berbagai senyawa tumbuhan yang diteliti karena potensi aktivitas antioksidan dan anti-inflamasinya.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi kapulaga mungkin berkaitan dengan perubahan beberapa penanda peradangan.

