KITAINDONESIASATU.COM — Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn Atha’illah as-Sakandari kembali menjadi rujukan spiritual yang relevan dalam mengarungi dinamika kehidupan modern.
Pada hikmah ke-89, ulama besar tersebut menekankan pentingnya menjaga ketulusan niat serta kepasrahan total kepada Allah SWT di tengah pusaran ujian dan kesenangan duniawi.
Hikmah ini mengingatkan bahwa keterikatan hati pada materi atau ambisi pribadi kerap menjadi sumber utama kekecewaan. Manusia sering kali lupa bahwa segala rezeki, kedudukan, dan jalan hidup telah diatur oleh Sang Maha Kuasa.
Oleh karena itu, menyadari keterbatasan diri dan berserah diri secara penuh merupakan fondasi utama untuk mencapai kedamaian batin yang sejati.
Para ulama menegaskan bahwa pesan ini mengajarkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada hasil akhir, melainkan menghargai setiap proses perjuangan. Keikhlasan yang diintegrasikan dalam pekerjaan, ibadah, serta interaksi sosial harian akan melahirkan keberkahan.
Melalui pemahaman hikmah ke-89 ini, nilai-nilai spiritual diharapkan mampu memperkokoh karakter dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.(*)




