Menghindari telur tetapi tetap mengonsumsi banyak makanan tinggi lemak jenuh tentu belum tentu menjadi strategi terbaik untuk menjaga kesehatan jantung.
Bagi kebanyakan orang, telur dalam jumlah wajar dapat menjadi sumber protein dan berbagai zat gizi penting.
Namun, orang dengan kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan batasan yang berbeda.
Jadi, apakah telur meningkatkan kolesterol darah?
Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Respons tubuh berbeda-beda, sementara kualitas keseluruhan pola makan, jumlah lemak jenuh, aktivitas fisik, berat badan, serta kondisi kesehatan seseorang juga ikut menentukan risiko penyakit jantung.***



