Dengan kata lain, membahas telur dan kolesterolsebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah kolesterol yang terdapat dalam satu makanan.
Mentega, daging berlemak, makanan olahan, dan sumber lemak jenuh lainnya juga perlu diperhitungkan.
Beberapa Orang Perlu Lebih Berhati-hati
Meski telur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi banyak orang, bukan berarti semua orang memiliki respons yang sama.
Kelompok tertentu mungkin perlu mendapatkan rekomendasi yang lebih personal.
Orang dengan diabetes, penyakit jantung, kadar kolesterol tinggi, atau kondisi genetik tertentu yang memengaruhi kolesterol sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai pola makan yang sesuai.
Dalam kondisi tersebut, pertanyaan apakah telur meningkatkan kolesterol darah tidak dapat dijawab hanya dengan melihat kandungan kolesterol dalam telur.



