KITAINDONESIASATU.COM — Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari senantiasa menjadi panduan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Dalam hikmah yang ke-86, beliau mengingatkan pentingnya membersihkan jiwa dari ikatan duniawi melalui ungkapan: “Bagaimana mungkin hati bisa bersinar terang, sementara cerminnya masih tertutup oleh bayangan gambar-gambar duniawinya?”
Hikmah ini menegaskan bahwa hati manusia diibaratkan sebagai cermin yang seharusnya memantulkan cahaya Ilahi. Namun, ketika hati dipenuhi oleh kesenangan semu, kesombongan, dan kelekatan pada materi, cermin tersebut akan terhalang oleh debu syahwat. Akibatnya, seseorang akan kesulitan merasakan manisnya iman serta kedekatan dengan Sang Pencipta.
Pesan utama dari ajaran ini adalah ajakan untuk melakukan tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa secara konsisten. Untuk meraih ketenangan sejati, seorang hamba harus berani melepaskan ketergantungan pada selain Allah SWT.
Dengan mengikis kecintaan berlebihan terhadap dunia dan memperbanyak zikir, cahaya kebenaran dapat kembali menyinari perjalanan hidup manusia.(*)





