Selain pemeriksaan pencitraan, peserta juga menjalani tes neuropsikologis berbasis komputer untuk menilai kemampuan kognitif.
Peneliti turut mengukur kandungan lemak hati menggunakan MRI. Serangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan agar perubahan yang muncul selama intervensi pola makan dapat diamati dari berbagai aspek.
Kandungan Kacang Tanah yang Berpotensi Mendukung Otak
Para peneliti menduga manfaat kacang tanah tidak berasal dari satu zat gizi saja. Kombinasi berbagai kandungan di dalamnya kemungkinan berperan terhadap perubahan yang diamati.
Kacang tanah mengandung lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, serta senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Salah satu kandungan yang menarik perhatian adalah arginin. Asam amino ini digunakan tubuh untuk menghasilkan oksida nitrat, senyawa yang membantu mengatur pelebaran pembuluh darah dan kelancaran aliran darah.
Mekanisme tersebut diduga dapat berkontribusi terhadap fungsi otak, termasuk proses yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori.


