Penelitian menggunakan rancangan acak dengan fase konsumsi dan fase tanpa konsumsi kacang. Dengan metode tersebut, peneliti dapat membandingkan hasil pengukuran pada peserta yang sama ketika menjalani kedua fase.
Temuan terbaru ini juga melanjutkan penelitian tim yang dipublikasikan pada 2025. Dalam penelitian sebelumnya, konsumsi kacang tanah selama 16 minggu dikaitkan dengan peningkatan aliran darah ke otak sebesar 3,6 persen.
Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan hasil tes memori verbal sebesar 5,8 persen.
Cara Peneliti Mengukur Respons Otak
Untuk mengetahui perubahan yang terjadi, tim peneliti menggunakan metode pencitraan ASL-MRI atau arterial spin labeling magnetic resonance imaging.
Teknik tersebut memungkinkan peneliti mengukur aliran darah di berbagai bagian otak. Pengukuran dilakukan untuk melihat bagaimana aktivitas aliran darah berubah ketika otak mendapatkan paparan insulin.
Dalam eksperimen ini, insulin diberikan melalui hidung kepada peserta. Setelah itu, peneliti memantau perubahan aliran darah otak untuk mengetahui respons di sejumlah wilayah tertentu.


