KITAINDONESIASATU.COM – Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn ‘Athaillah as-Sakandari kembali menjadi sorotan umat Islam yang mendalami spiritualitas. Pada hikmah ke-90, beliau menekankan pentingnya menyadari kasih sayang Allah dalam setiap amalan hamba.
Beliau menegaskan bahwa tanpa tabir penutup (satr) dan kebaikan dari-Nya, tidak ada satu pun amal manusia yang layak diterima di hadapan-Nya.
Ibn ‘Athaillah mengingatkan bahwa ketaatan manusia sering kali diliputi oleh rasa bangga diri, kekurangikhlasan, atau cela batin yang terselubung. Namun, berkat kebaikan Allah yang menutupi kekurangan tersebut, amal ibadah manusia tetap tampak indah dan patut mendapat pahala.
Hikmah ini mengajarkan agar seorang hamba tidak merasa jumawa atas ketaatannya. Amal shaleh bukanlah alat untuk menuntut balasan dari Tuhan, melainkan wujud rahmat-Nya yang melingkupi hamba.
Para ulama menuturkan bahwa renungan ini menjadi pengingat penting bagi umat Islam dalam menjaga keikhlasan niat. Dengan menyadari keterbatasan diri, seseorang akan senantiasa bertawakal, rendah hati, serta menggantungkan seluruh harapannya hanya kepada kemurahan dan keagungan Allah SWT.(*)


