Dr. Amati menyoroti penelitian mengenai hubungan konsumsi kopi dengan mikrobioma usus. Penelitian tersebut menemukan adanya kelompok bakteri tertentu yang berkaitan dengan konsumsi kopi, salah satunya Lawsonibacter.
Menariknya, bakteri tersebut juga ditemukan berkembang pada orang yang mengonsumsi kopi tanpa kafein.
Hal ini menunjukkan bahwa manfaat yang diamati tidak semata-mata berasal dari kafein, tetapi kemungkinan juga berkaitan dengan senyawa alami lain yang terdapat dalam biji kopi.
Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi masing-masing orang. Bagi mereka yang dapat menikmatinya dengan baik, secangkir kopi dapat menjadi pelengkap kebiasaan pagi.
Kebiasaan kecil bisa menjadi investasi kesehatan
Membangun rutinitas pagi yang baik tidak harus dilakukan sekaligus. Minum air setelah bangun, mengonsumsi sarapan bergizi, bergerak, memberikan stimulasi ringan pada tubuh, melakukan mindfulness, menentukan prioritas, dan menikmati kopi merupakan sejumlah kebiasaan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Yang lebih penting daripada menjalankan semuanya secara sempurna adalah konsistensi.




