KITAINDONESIASATU.COM – Preferensi masyarakat dalam memilih mobil listrik di Indonesia mulai mengalami perubahan.
Jika sebelumnya calon pembeli lebih banyak mempertimbangkan jarak tempuh baterai, kini kecepatan pengisian daya menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan.
Perubahan tersebut disampaikan Ketua Promosi dan Pemasaran Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Adrianto Gani, menjelang penyelenggaraan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026.
Pameran yang memasuki tahun kelima ini dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi kendaraan listrik.
Menurut Adrianto, pertimbangan konsumen tidak lagi berhenti pada kemampuan mobil menempuh jarak tertentu dalam kondisi baterai penuh.
Kemudahan dan durasi pengisian daya kini turut menentukan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Selain itu, pengalaman berkendara dan kepraktisan penggunaan juga semakin diperhitungkan. Artinya, keputusan membeli mobil listrik tidak hanya dipengaruhi desain kendaraan, tetapi juga kenyamanan pengguna ketika mengoperasikannya dalam aktivitas harian.
Penjualan Mobil Listrik Terus Mengalami Pertumbuhan
Pergeseran preferensi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa pemahaman masyarakat mengenai ekosistem kendaraan listrik semakin berkembang. Konsumen mulai memperhatikan berbagai aspek teknis sebelum menentukan kendaraan yang akan digunakan.
Pertumbuhan pasar juga terlihat dari data penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Sepanjang Januari hingga September 2026, penjualan tercatat mencapai 117.218 unit. Jumlah tersebut meningkat 113,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Capaian itu menjadi yang tertinggi sejak mobil listrik berbasis baterai memasuki pasar Indonesia.
Adrianto menilai perkembangan tersebut turut didukung kehadiran berbagai merek otomotif, termasuk produsen yang sebelumnya dikenal melalui kendaraan bermesin pembakaran internal.





