Tak kalah genting adalah mengembalikan kedaulatan moneter. Pemisahan Bank Indonesia dari pemerintah pasca amandemen membuat lembaga ini kehilangan peran strategis dalam mendukung kesejahteraan rakyat. BI kini hanya berfungsi menjaga nilai rupiah, padahal di banyak negara, bank sentral juga memikul tanggung jawab atas penciptaan lapangan kerja. Tanpa kedaulatan moneter, kebijakan ekonomi akan terus tersandera kepentingan pasar global.
Kita juga harus berani menghentikan kebijakan berbasis paket input yang hanya berkutat pada soal akses kredit, subsidi, dan bantuan sosial. Model ini hanya melanggengkan ketergantungan dan tidak membangun kemandirian rakyat. Dibutuhkan penguatan kelembagaan ekonomi rakyat: koperasi, industri kecil, dan infrastruktur ekonomi yang berakar pada komunitas.
Utang luar negeri yang menggunung juga harus direstrukturisasi. Selama ini, utang digunakan hanya untuk membiayai infrastruktur fisik yang justru melayani kepentingan investor asing di sektor ekstraktif. Dampaknya adalah kerusakan lingkungan, perampasan tanah rakyat, dan semakin rapuhnya kedaulatan ekonomi.
Sebagai gantinya, pembangunan harus berfokus pada pangan dan energi sebagai basis kekuatan nasional. Kedaulatan pangan bukan sekadar soal perut, tetapi fondasi bagi kedaulatan politik. Demikian pula dengan energi: tanpa kemandirian energi, kita akan terus menjadi bulan-bulanan mafia pasar global.
Kebijakan substitusi impor harus dijalankan, khususnya untuk pangan dan barang jadi yang bisa diproduksi di dalam negeri. Selama ini, kita dijebak dalam permainan mafia impor yang menguras devisa dan menjerat petani. Substitusi impor dengan forkus naikkan import barang modal dan kurangi barang jadi bukan utopia, melainkan strategi realistis untuk memperkuat industri dalam negeri dan menyelamatkan devisa negara.
Selanjutnya, koperasi harus menjadi ekosistem utama demokrasi ekonomi. Koperasi bukan sekadar badan usaha alternatif, melainkan instrumen untuk mendistribusikan kepemilikan dan kendali ekonomi secara adil. Tanpa koperasi, demokrasi ekonomi hanya akan menjadi jargon.
