KITAINDONESIASATU.COM – Mengurangi makanan ultra-olahan bukan hanya berpotensi membantu menjaga berat badan.
Sebuah penelitian pendahuluan menemukan adanya perubahan positif pada gejala depresi setelah peserta mengurangi konsumsi makanan jenis tersebut secara drastis.
Temuan ini menambah daftar penelitian yang mencoba melihat hubungan antara pola makan dan kesehatan mental.
Namun, hasil tersebut masih perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena penelitian dilakukan terhadap kelompok peserta yang sangat kecil.
Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Dipangkas Drastis
Penelitian yang dilakukan tim dari University of California, San Francisco (UCSF) melibatkan 20 orang. Para peneliti membandingkan kondisi peserta sebelum dan setelah mereka mengubah pola makan dari yang banyak mengandung makanan ultra-olahan menjadi pola makan yang lebih sehat.




