LifestyleKesehatan

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

×

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

Sebarkan artikel ini
Makanan olahan cepat saji
Ilustrasi makanan olahan jangan terlalu banyak dikonsumsi oleh yang berumur 50 tahun.(Freepik/stockking)

KITAINDONESIASATU.COM – Mengurangi makanan ultra-olahan bukan hanya berpotensi membantu menjaga berat badan.

Sebuah penelitian pendahuluan menemukan adanya perubahan positif pada gejala depresi setelah peserta mengurangi konsumsi makanan jenis tersebut secara drastis.

Temuan ini menambah daftar penelitian yang mencoba melihat hubungan antara pola makan dan kesehatan mental.

Namun, hasil tersebut masih perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena penelitian dilakukan terhadap kelompok peserta yang sangat kecil.

Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Dipangkas Drastis

Penelitian yang dilakukan tim dari University of California, San Francisco (UCSF) melibatkan 20 orang. Para peneliti membandingkan kondisi peserta sebelum dan setelah mereka mengubah pola makan dari yang banyak mengandung makanan ultra-olahan menjadi pola makan yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *