LifestyleKesehatan

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

×

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

Sebarkan artikel ini
Makanan olahan cepat saji
Ilustrasi makanan olahan jangan terlalu banyak dikonsumsi oleh yang berumur 50 tahun.(Freepik/stockking)

Karena itu, penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar diperlukan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara pola makan, makanan ultra-olahan, dan kesehatan mental.

Fase berikutnya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai apakah perubahan pola makan memang memiliki dampak terhadap gejala depresi dan melalui mekanisme apa efek tersebut mungkin terjadi.

Untuk saat ini, temuan tersebut lebih tepat dipandang sebagai bukti awal, bukan sebagai alasan untuk mengganti pengobatan depresi dengan perubahan pola makan. Orang yang mengalami gejala depresi tetap perlu mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *