LifestyleKesehatan

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

×

Kurangi Makanan Ultra-Olahan, Suasana Hati Bisa Ikut Membaik? Ini Temuan Studi

Sebarkan artikel ini
Makanan olahan cepat saji
Ilustrasi makanan olahan jangan terlalu banyak dikonsumsi oleh yang berumur 50 tahun.(Freepik/stockking)

Contohnya antara lain makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, minuman berpemanis, serta berbagai produk makanan dan minuman siap konsumsi.

Sebagian produk tersebut dapat mengandung pengawet, pewarna, penambah rasa, pemanis atau bahan tambahan lain yang membuat makanan lebih praktis dan memiliki rasa yang kuat.

Mengapa Sulit Mengurangi Makanan Ultra-Olahan?

Mengubah kebiasaan makan ternyata tidak selalu mudah. Dr. Nyasha Chagwedera, peneliti sekaligus asisten profesor di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku UCSF, menilai ada beberapa faktor yang membuat makanan ultra-olahan sulit ditinggalkan.

Rasanya yang menarik, harga relatif murah, serta kemudahan untuk langsung dikonsumsi menjadi sejumlah alasan.

Menurutnya, makanan dengan kombinasi gula, garam, dan lemak tertentu juga dapat mendorong seseorang untuk terus menginginkannya. Sistem penghargaan di otak yang melibatkan dopamin turut dikaitkan dengan dorongan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *