Jika berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik, kebiasaan ini dapat membuat pengendalian berat badan menjadi lebih sulit.
Gaya hidup sedentari juga berkaitan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah, serta penumpukan lemak visceral di sekitar organ dalam.
Jika berbagai faktor tersebut tidak dikendalikan, risiko penyakit kardiovaskular dapat meningkat dalam jangka panjang.
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat mempersulit pengelolaan gula darah, terutama pada orang yang sudah memiliki faktor risiko diabetes.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal berolahraga sesekali, melainkan juga membatasi waktu tidak aktif sepanjang hari.
Cara Mengurangi Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama
Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi dampak gaya hidup kurang gerak, terutama bagi orang yang bekerja di depan komputer.


