Risiko ketidaknyamanan semakin besar jika posisi duduk membungkuk, layar terlalu rendah, atau kursi tidak memberikan dukungan yang memadai bagi punggung.
Setelah memasuki usia 40 tahun, menjaga kekuatan otot dan kelenturan tubuh menjadi semakin penting. Kebiasaan kurang bergerak dapat mengurangi kekuatan dan daya tahan otot tertentu sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat.
Dr. Kristin Powers, ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, menekankan pentingnya mencari pertolongan medis apabila nyeri punggung tidak kunjung membaik atau semakin parah.
Terlebih jika keluhan disertai mati rasa atau kelemahan pada kaki. Gejala tersebut perlu mendapatkan perhatian medis dan tidak sebaiknya dianggap sebagai efek biasa akibat terlalu lama duduk.
2. Risiko Beberapa Jenis Kanker
Kebiasaan duduk berjam-jam yang disertai kurangnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker.
Beberapa penelitian menemukan hubungan antara perilaku sedentari dan kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum, kanker endometrium, serta kanker paru-paru.


