Namun, perbedaan mulai terlihat ketika para peneliti menilai fungsi hati. Sensitivitas sel hati terhadap insulin meningkat dua hingga tiga kali lebih besar pada peserta yang menjalani diet keto dibandingkan dengan dua kelompok lainnya.
Sensitivitas insulin pada hati berperan dalam mengatur produksi glukosa. Meskipun seluruh kelompok mengalami perbaikan pada indikator tersebut, peningkatan yang terlihat pada kelompok diet rendah karbohidrat jauh lebih besar.
Lemak Hati Berkurang Lebih Banyak
Perbedaan lainnya terlihat pada jumlah lemak yang tersimpan di dalam hati. Setelah lima bulan, kelompok yang menjalani diet keto mengalami penurunan lemak hati sekitar 67 persen.
Sebagai perbandingan, penurunan lemak hati pada peserta yang menjalani diet Mediterania dan diet tinggi karbohidrat mencapai sekitar 45 persen.
Hasil ini menunjukkan adanya manfaat tambahan diet keto terhadap kondisi hati yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan hanya oleh penurunan berat badan.




