KITAINDONESIASATU.COM – Kadar testosteron yang rendah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria. Kondisi ini juga diduga berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme, termasuk penyakit hati berlemak.
Risiko tersebut berpotensi semakin besar ketika disertai konsumsi fruktosa berlebihan, terutama dari minuman manis dan makanan olahan.
Laporan yang diterbitkan ScienceDaily menyoroti penelitian mengenai hubungan antara kadar testosteron, pola makan, dan kesehatan hati.
Penelitian tersebut menemukan bahwa kombinasi testosteron rendah dan asupan fruktosa dapat memperburuk penumpukan lemak di hati pada tikus.
Penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian para peneliti di berbagai negara.
Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di hati dan berkaitan dengan sejumlah faktor, seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta gangguan metabolisme.
Meski berbagai faktor tersebut telah diketahui berhubungan dengan penyakit hati berlemak, para ilmuwan masih berusaha memahami bagaimana perubahan hormon dan pola makan saling memengaruhi perkembangan penyakit.





