News

Pengurus FKUB Kota Bogor Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Hasbulloh Jadi Ketua

×

Pengurus FKUB Kota Bogor Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Hasbulloh Jadi Ketua

Sebarkan artikel ini
Pengurus FKUB Kota Bogor Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Hasbulloh Jadi Ketua
Hasbulloh saat mendatangi acara pengukuhan pengurus FKUB Kota Bogor periode 2026-2031 di Balai kota (Kis/Ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor periode 2026-2031 resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu 4 November 2026.

Pengukuhan pengurus FKUB Kota Bogor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama, menjaga persatuan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis di Kota Bogor.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, dilaksanakan pembacaan Keputusan Wali Kota Bogor tentang pengukuhan pengurus FKUB Kota Bogor periode 2026-2031, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FKUB dengan Bawaslu Kota Bogor dan Yayasan Satu Keadilan, serta ditutup dengan pembacaan doa.

Hasbulloh Pimpin FKUB Kota Bogor Periode 2026-2031

Dalam kepengurusan FKUB Kota Bogor periode 2026-2031, Hasbulloh dipercaya sebagai ketua. Sementara itu, Ade Sarmili dan Mikail Endro Susanto menjabat sebagai wakil ketua.

Adapun susunan pengurus inti lainnya terdiri atas Dayat Hidayat sebagai sekretaris dan Fikri Aziz sebagai bendahara.

Sejumlah tokoh juga ditetapkan sebagai anggota FKUB Kota Bogor, yaitu Andreas Philipus, Made Agus Rach Suartha, Habib Novel Kamal Alaydrus, Ahmad Fathoni, Ratu Lilis Maemunah, Ahmad Rivai, Riayatul Najati, Achmad Ubaidillah, Andri Harsono, Andry Lesmana, dan Badri.

Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan

Usai pengukuhan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa para pengurus forum merupakan tokoh masyarakat yang diharapkan mampu menjadi panutan serta berkontribusi menjaga kondusivitas Kota Bogor.

Menurut Dedie, perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan menjaga persatuan. Justru, kekuatan sebuah forum terletak pada kapasitas, kapabilitas, serta kesamaan semangat para pengurus dalam menjalankan tanggung jawab bersama.

“Sebagai tokoh Kota Bogor, Bapak ibu harus berkontribusi menjaga kondusivitas, menyampaikan pikiran dan pandangannya untuk kebaikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika yang ada. Kemajuan harus diraih bersama, komunikasi dan silaturahmi harus kita kuatkan,” ucap Dedie Rachim.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah dan berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga Kota Bogor.

Kota Bogor Dikenal dengan Kehidupan Masyarakat yang Harmonis

Dedie Rachim menuturkan bahwa Kota Bogor memiliki kekhasan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman. Menurutnya, sejak dahulu hingga saat ini, masyarakat Kota Bogor mampu membangun kehidupan yang harmonis tanpa konflik rasial dan agama.

Sikap saling menghargai dan menghormati melalui proses asimilasi menjadi salah satu kekuatan masyarakat yang harus terus dipelihara. Nilai-nilai luhur tersebut juga diharapkan tidak tergerus oleh perubahan zaman maupun kepentingan pihak tertentu.

Ia menambahkan, kebersamaan yang telah terbangun merupakan modal penting untuk menjadikan Kota Bogor sebagai tempat bagi seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan, saling menghormati, serta bersama-sama membangun peradaban dan kemajuan.

“Semua harus hidup rukun berdampingan, harus mau saling bersilaturahmi. Dan Kota Bogor istimewa, hampir semua perwakilan tokoh agama bukan hanya secara formal ada di organisasi, tetapi sudah menjadi sahabat dan betul-betul menjadi keluarga besar Kota Bogor,” ucapnya.

Menurut Dedie, modal kebersamaan tersebut dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai kondisi dan tantangan melalui dialog yang positif sehingga Kota Bogor tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Hasbulloh Berkomitmen Tingkatkan Peran FKUB

Ketua FKUB Kota Bogor, Hasbulloh, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin FKUB periode 2026-2031.

Ia berkomitmen meningkatkan peran FKUB Kota Bogor dalam menjaga kerukunan, memperkuat harmonisasi, serta membangun kerja sama positif di antara para tokoh lintas agama.

Melalui kepengurusan yang baru, FKUB diharapkan semakin optimal menjadi ruang komunikasi dan dialog antarumat beragama sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga persatuan masyarakat.

Kapolresta Bogor Kota Siap Berkolaborasi

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom berharap seluruh pengurus forum yang baru dikukuhkan dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepolisian siap berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya pengurus FKUB, FPK, dan FKDM, untuk menjaga situasi Kota Bogor tetap kondusif.

“Diharapkan para pengurus dapat berkontribusi terhadap kondisi dan situasi Kota Bogor agar selalu aman, nyaman, dan tertib. Secara umum kami ingin berkolaborasi dengan semua elemen Kota Bogor, khususnya yang baru dikukuhkan. Saran dan masukan kami harapkan,” katanya.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri Dandenpom Bogor, perwakilan Dandim 0606/Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, Ketua MUI Kota Bogor KH Tb. Muhyidin, serta pejabat Kementerian Agama Kota Bogor.

Dengan kepengurusan baru FKUB Kota Bogor periode 2026-2031, diharapkan semangat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama semakin kuat demi mewujudkan Kota Bogor yang aman, damai, dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *