Dengan kata lain, pertanyaan mengenai apakah teh hijau dapat membantu menurunkan risiko kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Berpotensi Memengaruhi Peradangan
Peradangan kronis yang berlangsung dalam waktu lama dapat berkaitan dengan stres oksidatif dan kerusakan sel.
Menurut Dr. Amar Rewari, studi laboratorium menunjukkan bahwa EGCG dalam teh hijau dapat memengaruhi sejumlah jalur sinyal yang berkaitan dengan proses peradangan.
Pengaruh tersebut berpotensi memengaruhi produksi molekul yang terlibat dalam respons inflamasi tubuh.
Meski demikian, hubungan antara teh hijau dan kanker tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan hasil penelitian laboratorium.
Masih diperlukan penelitian pada manusia untuk mengetahui apakah konsumsi teh hijau benar-benar menghasilkan efek antiinflamasi yang signifikan dan berkontribusi terhadap penurunan risiko kanker.

