4. Sakit Kepala Berulang
Sakit kepala juga dilaporkan dapat menyertai kekurangan vitamin B12, terutama ketika kondisi tersebut telah menyebabkan anemia.
Salah satu faktor yang diteliti adalah homosistein, yakni asam amino dalam darah yang proses metabolismenya melibatkan vitamin B12. Ketika vitamin ini kurang, kadar homosistein dapat meningkat.
Perubahan tersebut diduga berkaitan dengan gangguan fungsi pembuluh darah. Selain itu, berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen akibat anemia juga dapat berkontribusi terhadap keluhan sakit kepala.
Meski demikian, hubungan antara kekurangan vitamin B12 dan sakit kepala tidak selalu sederhana. Sakit kepala berulang dapat dipicu oleh banyak hal, sehingga tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin B12.
5. Otot Terasa Lemah dan Keseimbangan Terganggu
Kekurangan vitamin B12 tidak hanya berkaitan dengan produksi sel darah merah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan sistem saraf.
Vitamin ini berperan dalam menjaga mielin, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti serabut saraf. Jika kekurangan berlangsung cukup berat, sistem saraf dapat mengalami gangguan sehingga penghantaran sinyal antara otak dan tubuh tidak berjalan normal.

