Sumber vitamin B12 antara lain ikan, daging, unggas, dan telur. Bagi orang yang tidak mengonsumsi produk hewani, makanan yang diperkaya vitamin B12 atau suplemen sesuai kebutuhan dapat menjadi pilihan.
Namun, jika kadar vitamin B12 sudah memadai, menambah dosis belum tentu memberikan peningkatan daya ingat. Suplemen terutama diperlukan ketika ada kekurangan atau indikasi medis yang sesuai.
2. Vitamin E, Antioksidan yang Diteliti untuk Kesehatan Otak
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Perannya dalam menjaga kesehatan sel membuat vitamin ini turut diteliti dalam kaitannya dengan fungsi otak, terutama pada kelompok lanjut usia.
Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara vitamin E dan kesehatan kognitif. Akan tetapi, bukti yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin E dapat mencegah demensia atau memperlambat penurunan kemampuan berpikir.
Kekurangan vitamin E relatif jarang terjadi pada orang sehat yang tidak memiliki gangguan penyerapan lemak. Kebutuhan vitamin ini dapat dipenuhi melalui makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, bayam, dan brokoli.
Memperoleh vitamin E dari makanan merupakan pilihan yang baik bagi kebanyakan orang. Konsumsi suplemen dosis tinggi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena dapat menimbulkan risiko, termasuk peningkatan perdarahan pada kondisi tertentu.

