Karena itu, para ahli memperingatkan: jangan konsumsi berlebihan. Cukup 1-2 butir per hari sudah lebih dari cukup.
Kelebihan selenium justru bisa menjadi racun, dengan gejala napas berbau bawang putih hingga rambut rontok .
2. Ikan dan Udang: Sumber Selenium dari Laut Dalam
Laut menyimpan kekayaan mineral, termasuk selenium. Ikan tuna sirip kuning menjadi primadona dengan 92 mcg per porsi, disusul sarden (45 mcg) dan udang matang (42 mcg) .
Konsumsi rutin ikan berlemak tidak hanya memenuhi kebutuhan selenium, tetapi juga memberikan bonus asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung dan otak.
3. Sereal dan Roti: Pahlawan Sederhana di Meja Makan
Bagi masyarakat Amerika, sumber utama selenium justru berasal dari makanan pokok yang tampak biasa: sereal dan roti. Tanaman menyerap selenium dari tanah, lalu terakumulasi dalam biji-bijian.
Satu porsi spageti mengandung 33 mcg, dua potong roti gandum 16 mcg, dan roti putih 12 mcg.




