KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, yang melibatkan hubungan darah antara anak dan ayah. Pada Minggu, 8 Desember 2024, sebuah kejadian tak terduga terjadi di sebuah ruko di Jalan Tasan Panyi, Kelurahan Rantau Kanan, yang mengejutkan warga setempat. Polisi akhirnya mengungkapkan motif di balik insiden tersebut, yang dimulai dari perselisihan keluarga.
Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Zuhri Muhammad, mengungkapkan bahwa perselisihan itu bermula ketika MSR (27) meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada ayahnya, Selamat Raharjo (67), untuk membeli makanan. Namun, suasana mendadak berubah tegang ketika sang ayah memberikan uang tersebut dengan nada yang marah dan kesal. Tersinggung dengan sikap tersebut, MSR merasa kecewa dan marah.
“MSR meminta uang kepada ayahnya untuk membeli makanan. Uang tersebut memang diberikan, tapi dengan nada yang tak menyenangkan, yang membuat MSR merasa sangat tersinggung,” kata AKP Zuhri dalam konferensi pers di Kantor Satreskrim Polres Tapin, Rabu (11/12/2024).
Setelah kejadian itu, MSR meninggalkan lokasi dengan membersihkan diri di sekitar ruko, namun polisi segera mengidentifikasi dirinya sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa MSR mampu memberikan keterangan dengan jelas dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan mental.
“Penyelidikan kami menunjukkan bahwa pelaku dalam kondisi baik-baik saja saat memberikan keterangan,” tegas AKP Zuhri.
Polisi telah menetapkan MSR sebagai tersangka dengan pasal 338 KUHP yang mengancam dengan pidana hingga 15 tahun penjara. Kasus ini ditangani secara gabungan antara Polres Tapin dan Polsek Tapin Utara untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik.
Sebelumnya, pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 Wita, Selamat Raharjo ditemukan meninggal dunia di dalam ruko tempat kejadian. Warga pun dibuat terkejut dengan insiden yang melibatkan anak dan ayah ini. “Keadaan ini sangat mengejutkan, apalagi ini melibatkan keluarga. Kami akan terus menyelidiki hingga mendapatkan kebenaran yang utuh,” ujar Iptu Saepudin, anggota Satreskrim Polres Tapin.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam dan menjadi pelajaran bahwa perselisihan kecil dalam keluarga bisa berujung pada kejadian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Polisi terus mengusut tuntas untuk mencari tahu lebih dalam tentang kejadian tragis ini. (Anang Fadhilah/Yo)
