Hukum

Guru SD Banyuwangi Jadi Hacker Bobol Data ASN Dijual 121 Juta

×

Guru SD Banyuwangi Jadi Hacker Bobol Data ASN Dijual 121 Juta

Sebarkan artikel ini
hacker banyuwangi
Oknum guru SD di Banyuwangi ini ditangkap polisi karena bobol data ASN dan dijual hingga mencapai Rp121 juta, terancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Foto: hastina/reqnews.com

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang guru honorer SD di Banyuwangi, Jawa Timur terlibat kasus peretasan, berhasil membobol data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan menjualnya seharga Rp 121 juta.

Berikut adalah rincian dari insiden, pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian Banyuwangi begini kelanjutannya.

Diketahui identitas pelaku berinisial BAG, bekerja di Banyuwangi, memiliki keahlian dalam meretas data secara online.

Ia berhasil mengunduh data sebanyak 6,3 gigabyte yang berisi informasi penting terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) .

Data hasil curian itu dijual di forum-forum hacker internasional, dengan harga sekitar USD 8.000 (setara Rp121 juta.

Penjualan ini dilakukan secara daring dan melibatkan pembeli dari luar negeri.

Kasus ini terungkap setelah pihak berwenang melakukan penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan yang melibatkan pelaku.

Kini, BAG menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya.

Kasus ini menyoroti masalah keamanan data dan potensi penyalahgunaan informasi pribadi di era digital.

Bagaimana cara guru SD ini memulai karir sebagai hacker?

Bobol data di situs Satu Data ASN punya BKN. Itu dilakukan guru SD berusia 25 tahun di Jawa Timur berinisial BAG.

Kata polisi, BAG belajar hacking secara otodidak sejak setahun lalu. Dia gabung ke banyak forum hacker.

Nah, data BKN yang dia ambil dijual di forum hacker bernama breachforum.

Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka di rumahnya, juga menyita sejumlah bukti disita termasuk laptop, flashdisk, HP, dan uang tunai. Ada pula motor Honda GL 160 D yang dibeli dari uang hasil jualan data.

Guru SD ini belajar meretas secara otodidak, tidak melalui program formal atau pelatihan resmi. Ia menggabungkan diri dalam forum-forum hacker seperti breachforum.io dan breachforum.st sejak tahun 2023.

Ia mengakses data milik BKN secara ilegal menggunakan akses login milik admin situs satudataasn.BKN.go.id.

Akses ini didapat dari situs breachforum.st. Setelah mengambil data sebesar 6,3 GB, guru SD ini mengunggah sampel data ASN ke akun topiaks di breachforum.st untuk menarik pembeli.

Ia juga mencantumkan alamat akun Telegram miliknya jika ada yang tertarik membeli. Polisi menangkap guru SD ini di kediamannya di Dusun Mulyorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 11 September 2024.

Mereka menyita sejumlah barang bukti, termasuk laptop, flashdisk, uang tunai, dan sepeda motor Honda GL 160 D yang dibeli dari uang hasil penjualan data.

Saat ini tersangka dijerat Pasal 65 ayat 1 UU Perlindungan Data Pribadi, dengan sanksi pidana penjara selama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *