Berita UtamaNews

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Tragedi KRL Bekasi, Alat Canggih Tak Langsung Berfungsi

×

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Tragedi KRL Bekasi, Alat Canggih Tak Langsung Berfungsi

Sebarkan artikel ini
Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timu
Dok. Proses evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timu

KITAINDONESIASATU.COM – Drama memilukan pasca tabrakan maut KRL CommuterLine dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Proses identifikasi korban di RS Polri Kramat Jati ternyata menghadapi hambatan serius yang bikin tim forensik harus bekerja ekstra keras.

Kepala RS Polri, Prima Heru Yulihartono, mengungkapkan bahwa  alat supercanggih MAMBIS yang biasa diandalkan justru tak langsung mampu membaca identitas korban. Situasi ini jadi salah satu kendala besar dalam proses pengungkapan identitas para korban tragedi.

Padahal, MAMBIS dikenal sebagai senjata utama tim Inafis untuk mengungkap identitas jenazah tanpa nama. Namun dalam kasus ini, data biometrik sejumlah korban tidak terbaca sempurna—membuat proses identifikasi semakin menegangkan.

Tak hanya soal teknologi, kondisi jenazah juga jadi tantangan tersendiri. Beberapa korban mengalami kerusakan serius, terutama di bagian kepala, sehingga identifikasi wajah tak bisa dilakukan maksimal. Tim DVI pun terpaksa mengandalkan metode lain mulai dari sidik jari, rekam gigi, hingga uji DNA demi memastikan identitas secara akurat.

Meski dihadang berbagai kendala, RS Polri menegaskan proses identifikasi akan terus dikebut. Targetnya, jenazah segera teridentifikasi dan bisa diserahkan ke keluarga yang menanti dengan penuh harap.

Sejauh ini, RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari, sementara 7 keluarga korban sudah melapor ke posko DVI.

Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut jumlah korban tewas melonjak menjadi 15 orang, dengan 84 lainnya mengalami luka-luka dan tengah dirawat di berbagai fasilitas kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *