KITAINDONESIASATU.COM – Gempa dahsyat Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6) pagi, memicu kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Sedikitnya 11 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat getaran kuat yang terasa hingga wilayah perbatasan Indonesia tersebut.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak. Gudang pelabuhan di Essang serta pagar rumah sakit dilaporkan mengalami kerusakan setelah gempa besar mengguncang kawasan itu.
“Selain 11 rumah warga yang rusak ringan, ada juga fasilitas umum yang rusak seperti gudang pelabuhan di Essang dan pagar rumah sakit,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud, Fretsli Ontorael, Senin.
Kepanikan warga sempat terjadi usai gempa mengguncang. Dua warga di Kecamatan Rainis bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas karena mengalami syok berat akibat gempa tersebut.
Beruntung, setelah menjalani perawatan, keduanya diperbolehkan pulang dalam kondisi membaik.
Meski situasi kini mulai kondusif dan warga kembali beraktivitas normal, BPBD tetap meminta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan meski peringatan dini tsunami telah dicabut oleh BMKG.
“Tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap waspada meskipun gempa susulan telah menurun jumlahnya,” kata Fretsli.
Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 itu terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer dengan episenter di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. (*)
