KITAINDONESIASATU.COM – Aparat kepolisian masih terus mengusut penyebab tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh yang mengguncang publik pada Senin (27/4) malam di Bekasi Timur.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa kronologi kejadian masih dalam tahap penyidikan mendalam karena insiden terjadi belum lama. Fokus utama saat ini bukan hanya mengungkap penyebab, tapi juga menyelamatkan korban.
Tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri masih berjibaku di lokasi untuk mengevakuasi para penumpang yang terluka, bahkan yang masih terjebak di dalam gerbong. Proses ini berlangsung dramatis karena kondisi sempit dan sulit dijangkau.
Selain evakuasi, aparat juga memperketat pengamanan lokasi kejadian. Jumlah korban pun disebut masih fluktuatif seiring proses penyelamatan yang terus berjalan.
Data sementara menyebutkan sedikitnya 29 penumpang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang turun langsung ke lokasi mengungkap bahwa proses evakuasi menghadapi kendala serius karena sejumlah korban terjepit di ruang sempit gerbong.
Meski begitu, ia memastikan koordinasi petugas berjalan solid dan lokasi kejadian kini sudah dalam kondisi steril untuk mendukung proses penyelamatan.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan para korban telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat seperti RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, hingga RSU Bella Bekasi. (*)

