Hukum

Santriwati Laporkan Oknum Guru Ngaji dan Pemilik Ponpes Al Qona’ah ke Polres Metro Bekasi

×

Santriwati Laporkan Oknum Guru Ngaji dan Pemilik Ponpes Al Qona’ah ke Polres Metro Bekasi

Sebarkan artikel ini
santriwati laporkan guru ngaji
Sejumlah santriwati di pondok pesantren Al Qona'ah di Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM -Sejumlah santriwati di pondok pesantren Al Qona’ah di Desa Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi diduga menjadi korban pencabulan dan pelecehan oleh oknum guru ngaji dan pemilik pondok pesantren.

Perlakuan yang tidak pantas itu diungkap oleh MA (34) orang tua salah satu santriwati yang diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh diduga salah satu pelaku yang merupakan guru ngaji di pesantren tersebut.

MA mengatakan, perlakuan yang melecehkan putrinya itu terungkap saat putrinya meminta ijin untuk berhenti mengaji di pondok pesantren Al Qona’ah, setelah didesak korban baru mengaku kalau dirinya tidak tahan menerima perlakuan dari sang guru ngaji.

“Kalau pengakuan anak saya dia bilang mamah, nyai mah pengen berhenti ngaji, emang kenapa nyi? Embung katanya gitu, lah masa guru gak pantes atuh malam-malam masuk ke kamar langsung naek ke badan nyai langsung nindihin nyai, dibelai dicium gitu,” jelas MA sebagaimana dikutip Jumat 27 September 2024.

MA juga mengungkapkan bahwa tindakan asusila yang dialami korban sudah terjadi sebanyak lebih dari empat kali selama korban mengikuti pengajian di ponpes tersebut pada tahun 2021. Dan kasus tersebut baru terungkap setelah korban menceritakan tindakan asusila yang dialaminya saat mengaji di ponpes tersebut.

“Kalau untuk pengakuan adalah empat sampai lima kali, ya kalau pengakuan anak saya ya sebatas itu aja,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata MA, modus terduga pelaku yang merupakan guru ngaji itu adalah saat santriwati sedang tidur di kamar yang disediakan, terduga pelaku langsung masuk dan menindih, meraba tubuh, hingga menciumi wajah korban.

“Gak ada iming-iming, cuma kalau pas habis dia masuk, pesannya jangan cerita ke mamah bapak,” ujarnya.

“Sekarang anak saya trauma, di sekolahnya ya mungkin semenjak kasus ini ramai gitu ya setelah melapor ternyata biasa temen-temennya deket sekarang kok gak ada temen yang ngedeketin itu trauma nya di situ,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *