KITAINDONESIASATU.COM – Mu’min Ali Gunawan tak mengira, peruntungannya merantau ke Jakarta dari tanah kelahiran di Jember, Jawa Timur, membuahkan sukses.
Di Jakarta, pria kelahiran 13 Maret 1939 ini tidak saja menjadi bankir sukses, pun memiliki saham terbesar di Bank Panin Tbk.
Anak keempat (dari lima bersaudara) almarhum pedagang Lie A Mie, ini mengaku tidak pernah bercita-cita setinggi itu.
ia berkisah, saat duduk di bangku SMA, sepulang sekolah kesibukannya cuma membantu toko milik ibunya. Seiring waktu, ketika di kelas II ia nekad ke Jakarta mengikuti jejak iparnya, Mochtar Riady.
Mochtar Riady punya posisi sebagai Direktur Bank Buana Indonesia. Setamat SMA, pada 1959, Mu’min memulai usaha di bidang perkapalan antar-pulau. “Waktu itu kapal kami hanya bermodalkan kapal motor kayu,” ujarnya.
Empat tahun setelah merantau ke Jakarta, Mu’min mulai berbisnis di dunia perbankan, secara tak sengaja pada 1966 ia ditawari membeli Bank Industri & Dagang yang tengah mengalami kesulitan keuangan.
Pemilik bank tersebut mendatangan Mu’min Ali Gunawan, yang nama aslinya Lie Moming. menawarkan membeli saham mayoritas di bank tersebut.
Pada 1960-an kala itu dunia usaha belum sebagus sekarang. Apalagi, saat itu, Mu’min lagi serius mendalami usaha transportasi dan logistik di perkapalan.
“Saya nekad menerima tawaran tersebut,” katanya. Meski saat itu ia bekerja di bidang ekspor-impor, di bidang perkapalan, bersama seorang iparnya yang lain.


