BisnisSosok

Kisah Bankir Mu’min, dari Bisnis Kapal Kayu hingga Punya Bank Panin

×

Kisah Bankir Mu’min, dari Bisnis Kapal Kayu hingga Punya Bank Panin

Sebarkan artikel ini
bankir mu'min
Bankin mu'min Ali Gunawan (Ist)

Bersama Mochtar Riady, ia membeli sebagian saham Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI). Ia kemudian menjabat sebagai direktur bank tersebut setelah kepemilikan sahamnya naik menjadi 23%. 

Bisnis perbankan yang dirintisnya terus berkembang dengan meningkatnya aset yang dimilikinya.

Pada tahun 1967, ia membeli Bank Kemakmuran di Jakarta, kemudian mendirikan Bank Industri Djaya Indonesia di Surabaya bersama beberapa koleganya. 

Pada tanggal 17 Agustus 1971, ketiga bank yang dimilikinya tersebut digabungkan, dan lahirlah Pan Indonesia Bank (Panin Bank). 

Apa yang dilakukan Mu’min sesuai dengan anjuran merger bagi bank-bank kecil oleh Gubernur Bank Indonesia pada saat itu, Radius Prawiro.

Dibawah kendalinya, aset Panin Bank terus melesat setelah bergabungnya beberapa bank kecil pada tahun 1972 hingga 1975 dan dinyatakan layak go public menjadi bank pertama yang memasyarakatkan sahamnya di Indonesia pada tahun 1982. 

Aset yang senilai 155 miliar pada tahun 1980 terus meningkat menjadi 380 miliar lebih pada tahun 1984. 

Pada tahun yang sama juga, Panin Bank menduduki peringkat kedua setelah Bank Central Asia, saat itu masih dimiliki Mochtar Riady, sebagai bank terbesar dan peringkat pertama sebagai bank swasta yang menghasilkan laba tertinggi.

Panin juga bank pertama yang memasyarakat (go public). Mempunyai 23 cabang, dengan 400 karyawan, aset per Januari 1985 Rp 400 milyar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *