Tak mudah tinggal di Bali. Dua tahun pertama di sana, ia harus menghuni mess Pertamina Cottage di Tuban, Kuta, Badung.
Setelah itu ia tinggal di daerah Sanur, Denpasar Selatan. Juna membuat tato pertamanya pada 1991 di Bali saat pelajar SMA.
Umur 17 tahun, ia membuat geng motor bernama Bad Bones dan mengendarai motor besar Harley Davidson.
Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti program studi Teknik Perminyakan selama 3,5 tahun, tapi tidak rampung.
Di masa mudanya di era 90-an, Juna sempat terjerumus dalam pergaulan bebas dan menjalani kehidupan yang keras.
Ia pernah over dosis barang haram: narkoba. Hidupnya berubah, saat mengunjungi pameran di Jakarta Convention Center.
Di sana ada peluang menjadi pilot di luar negeri. Kebetulan sekolah pilot pesawat terbang itu menjalin kerjasama bekerjasama dengan agen perjalanan milik ibunya.
Kesempatan tersebut ia ambil dengan menjual motor Harley Davidson yang laku senilai Rp40 juta. Ia berangkat ke Brownsville, Texas, Amerika Serikat, mengikuti pendidikan pilot
Namun, sekolah pilot itu tidak dia selesaikan. Ditambah lagi krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1997, sekolahnya bangkrut.
