KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru Nanik Sudaryati Deang ditunjuk menggantikan pejabat lama Dadan Hidayana tengah menjadi sorotan, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya wanita yang dikenal dengan Nanik Deang ini menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Ivestigasi.
Nanik Deang merupakan sosok yang dikenal luas yang sebelumnya sangat aktif di sosial media sebagai sosok pendukung Prabowo – Sandi yang fanatik.
Karier Nanik Deang dunia kerja di awali sebagai maketing di salah satu perusahaan Gudang Garam di Purwokerto setelah lulus dari Unsoed Purwakarta.
Di dunia marketing rupanya Nanik kurang puas hingga pada tahun 1989 Nanik Deang mengikuti seleksi penerimaan wartawan baru di Harian Surya Surabaya dan diterima bersama 30 orang calon jurnalis satu angkatannya.
Tepat pada 10 November 1989 seiring terbit perdana Harian Pagi Surya Surabaya Nanik Deang kemudian ditugaskan untuk memperkuat Harian Surya untuk Biro Jakarta yang menempati komplek Kompas Gramedia di Jl Pamerah Selatan.
Bersama sejumlah wartawan lainnya yang diberangkatkan dari Surabaya Nanik bertugas di posnya sebagai wartawati bidang Ekonomi, tak lama kemduian Nanik bergabung bersama Persda (Pers Daerah) merupakan anak perusahaan Kompas Gramedia bersama Valen G Doi
Setelah malang melintang di dunia jurnalistik di Jakarta Naniek S Deang bersama mantan Pemimpin Redaksi Harian Surya, Falens Doi kemudian mengembangkan majalah Ekonomi di Jakarta.
Dari sinilah Nanik kemudian terus berjuang di dunia media cetak dengan melakukan penerbitan sejumlah tabloid bersama dua rekannya Budi Purnomo dan Herianto Prabowo.
Kemudian Nanik menjadi pemimpim media tabloid di Kelompok Media Peluang (KMP), hingga kemampuan di dunia jurnalistik membuatnya dia dikenal dengan jaringan dan komunikasi yang kuat.
Wanita kelahiran Dolopo, Kabupaten Madiun 60 tahun lalu ini juga aktif disosial media kemudian masuk ke dalam lingkaran pendukung Prabowo saat mencalonkan jadi Presiden.
Bahkan pada Pilpres tahun 2019 ia menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama Budi Purnomo di departemen lain.
Setelah Prabowo berhasil menjadi Presiden karier politik Nanik Deang terus berlanjut hingga masuk ke lingkaran kekuasaan.
Nanik Deang menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029, dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko.
Kemudian pada reshuffle Kabinet Merah Putih September 2025, Presiden Prabowo melantik Nanik Deang sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Nanik Deang memiliki gaya bicara yang ceplas ceplos sangat tepat jika bertanggungjawab pada bidang komunikasi publik sekaligus sebagai pengawasan dan investigasi dalam pelaksanaan Progra Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Prabowo-Gibran.
Nanik sering melakukan inspeksi medadak, dan itu memang menjadi gaya Ninik Deang yang tidak menyukai formalitas dan birokrasi yang bertele-tele, sehingga dalam sidaknyapun banyak melakukan terobosan dan temuan yang ketidak sesuaian dalam pelaksanaan di lapangan serta memberikan kontrol ketat.
Saat Wakil Kepala BGN, ia sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dengan gayanya yang judes Nanik tanpa tedeng aling-aling gaya komunikasi arek Suroboyoan ia ingin memastikan standar operasional prosedur (SOP) Program MBG dijalankan sesuai ketentuan.
Dia juga ingin memastikan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terpenuhi dengan baik.
Di sosial medianya Nanik Deang juga sangat aktif dalam melakukan rilis saat sidak yang dia lakukan hingga memperlihatkan ketegasannya dengan para mitra SPPG yan dinilai tidak sesuai standar yang sudah ditentukan.
Bahkan terbaru pada Minggu (31/5/2026) Nanik Deang menyampaikan 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat dan pejabat daerah.
Nanik sendiri saat menjadi jurnalis memiliki kehidupan yang tidak mengenal lelah dan tidak pilih-pilih dalam kehidupannya, tidur di sofa hingga menggelar alas di kantor seperti di Biro Surya Madiun hingga tidur di mess Harian Surya Jl Basuki Rakmad Surabaya merupakan hal biasa dalam kehidupannya. **
