Langkah ini selaras dengan jargon utama Kementerian Ketenagakerjaan saat ini, yakni “Maju Industrinya, Sejahtera Pekerjanya”.
Komitmen Politik dan Pendekatan Dialogis
Afriansyah menekankan bahwa pendekatan dialogis ini berakar dari perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib kaum pekerja.
Komitmen tersebut terbukti nyata melalui kehadiran Presiden dalam Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, serta pelibatan sejumlah tokoh gerakan buruh di posisi strategis, baik di jajaran kabinet, lingkaran istana, maupun sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Kehadiran tokoh perwakilan buruh dalam struktur pemerintahan memastikan saluran komunikasi terbangun dengan tepat. Kami berharap aspirasi pekerja dapat disalurkan secara efektif, baik secara langsung maupun melalui forum mediasi bipartit maupun tripartit,” ujarnya.
Pemerintah optimis bahwa dengan penguatan mekanisme mediasi ini, potensi gesekan yang berujung pada aksi unjuk rasa di jalanan dapat diminimalkan.





