Sasaran sosialisasinya mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, remaja putri, keluarga, hingga anak-anak usia sekolah.
Dedy menilai kandungan protein dan nutrisi dalam ikan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu terus diperluas, terlebih konsumsi ikan laut di tengah masyarakat masih tergolong rendah.
Di sisi lain, Program Pesona dirancang untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil perikanan melalui pengembangan teknik pengolahan, inovasi produk, hingga perbaikan kemasan.
Dengan demikian, hasil perikanan lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki daya saing.
“Mari kepada seluruh masyarakat Kabupaten Garut kita gelorakan gemar makan ikan dan kita perkuat penguatan sistem olahan produk ikan, dengan inovasi yang baru ini, melalui Pesona semua bisa memanfaatkan produk ikan di daerahnya masing-masing. Di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan omzet Balai Benih Ikan Bayongbong. Unit usaha perikanan yang memiliki lahan seluas 4 hektare dengan dukungan 48 kolam itu mencatat peningkatan omzet pada tahun ini.




