“Kami menganggap praktik ini sebagai data under-reported. Karena itu, sosialisasi terus kami lakukan agar tidak ada lagi praktik serupa, baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan aktif di tingkat Posyandu dan PAUD guna memastikan tidak ada lagi anak perempuan yang menjadi korban praktik sunat.
Dorong Lintas Sektor dan Edukasi Masyarakat
Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Garut, Eti Nurul Hayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi lintas sektor dalam mencegah praktik perlukaan atau pemotongan genitalia perempuan.
Lima poin utama yang menjadi komitmen PD ‘Aisyiyah adalah:
-Mendukung penghapusan praktik sunat perempuan
-Mendorong percepatan pencegahan melalui edukasi masyarakat
-Menjalin kemitraan lintas sektor
-Membangun kesadaran publik melalui penyebaran informasi


