KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat lebih dari 20 ribu warga sudah menyerbu platform SIAPkerja.id sejak diluncurkan pada Maret 2025. Mayoritas lulusan SMA yang tengah berburu pekerjaan di tengah persaingan yang makin ketat.
Namun di balik angka fantastis itu, tersimpan ironi yang bikin geleng kepala. Meski ribuan orang sudah mendaftar, sistem justru belum mampu menampilkan data siapa saja yang benar-benar berhasil mendapatkan pekerjaan. Di layar, angka penempatan masih nol.
Pihak Disnakertrans mengakui masih ada kendala serius, terutama minimnya laporan lowongan kerja dari perusahaan ke dalam sistem. Akibatnya, platform yang digadang-gadang jadi solusi pencari kerja ini belum berjalan maksimal.
“Jumlah pendaftar tinggi, tapi sistem belum bisa menampilkan data yang diterima kerja,” ujar perwakilan Disnakertrans.
Padahal, di luar sistem, hampir 15 ribu orang disebut sudah berhasil ditempatkan kerja. Artinya, ada gap besar antara data nyata dan tampilan digital yang justru membingungkan publik.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan aturan baru agar perusahaan wajib melaporkan lowongan kerja ke dalam platform. Harapannya, sistem bisa lebih transparan dan akurat.
Tak hanya itu, masalah lainnya masih banyak warga yang belum paham cara menggunakan SIAPkerja. Sistem yang dianggap terlalu canggih justru bikin sebagian pencari kerja kebingungan, mulai dari kendala teknis hingga lupa password.
Kini, Disnakertrans gencar melakukan sosialisasi hingga ke sekolah-sekolah dan membuka layanan bantuan langsung bagi warga yang kesulitan. (*)


