KITAINDONESIASATU.COM – Konflik antara Israel dan Iran kian memanas, memasuki hari kelima dengan intensitas serangan yang terus meningkat. Situasi ini tidak hanya menjadi perhatian regional, namun juga global, mengingat keterlibatan dan dukungan dari berbagai negara terhadap masing-masing pihak.
Israel mendapatkan dukungan kuat, terutama dari negara-negara Barat. Amerika Serikat menjadi sekutu terlama dan paling loyal, memberikan bantuan militer signifikan dan dukungan diplomatik. Selain AS, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada, India, Polandia dan Australia juga secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap hak Israel untuk membela diri.
Negara-negara ini mengutuk serangan Iran dan menekankan pentingnya stabilitas di Timur Tengah, serta mendorong upaya de-eskalasi.
Di sisi lain, Iran juga memiliki jaringannya sendiri. Sekutu terpenting Iran di luar Timur Tengah adalah Rusia, yang memiliki hubungan militer erat, dan berpotensi memobilisasi Tiongkok serta Korea Utara untuk memihak Iran jika konflik meluas.
Di Timur Tengah, Iran didukung oleh berbagai milisi Syiah dan kelompok pejuang, seperti Hizbullah di Lebanon, kelompok yang berafiliasi di Irak (seperti Kata’ib Hizbullah dan Badr Organization), beberapa kelompok di Suriah (Fatemiyoun Brigade dan Zainabiyoun Brigade), dan Gerakan Houthi di Yaman. Kelompok-kelompok ini menerima dukungan finansial, senjata, dan pelatihan dari Iran, dan berperan sebagai proksi dalam konflik regional.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mengejar tiga tujuan utama dengan kampanye militernya melawan Iran.
Tujuan tersebut yakni “penghapusan program nuklir, penghapusan kemampuan produksi rudal balistik, dan penghapusan poros terorisme,” mengacu pada kelompok militan yang didukung Iran di Timur Tengah.
“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini, dan kami berkoordinasi dengan baik dengan Amerika Serikat,” katanya, dilansir Al Arabiya.
Konflik ini berpotensi memiliki dampak global, terutama pada pasar energi dan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat internasional terus menyerukan gencatan senjata dan solusi damai untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
