KITAINDONESIASATU.COM – Makanan ultra-olahan kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Namun, sebuah penelitian berskala besar menemukan bahwa hubungan antara jenis makanan tersebut dan kanker kolorektal atau kanker usus besar tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine dan dipimpin oleh peneliti dari Institut Kanker Nasional Amerika Serikat itu tidak menemukan hubungan secara keseluruhan antara tingginya konsumsi makanan ultra-olahan dan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Meski demikian, ketika setiap jenis makanan diteliti secara terpisah, hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Sejumlah produk ultra-olahan justru berkaitan dengan risiko yang lebih rendah, sedangkan konsumsi daging ultra-olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko.
Temuan ini menunjukkan bahwa menilai makanan hanya berdasarkan tingkat pengolahannya belum tentu cukup untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan.
Libatkan Lebih dari 461 Ribu Orang Selama Hampir 19 Tahun
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data 461.682 warga Amerika Serikat yang berusia 50–71 tahun pada awal penelitian, yakni pada 1995–1996.





