News

Jangan Lewatkan! Matahari Tepat di Atas Kakbah, Saatnya Cek Ulang Arah Kiblat

×

Jangan Lewatkan! Matahari Tepat di Atas Kakbah, Saatnya Cek Ulang Arah Kiblat

Sebarkan artikel ini
menag
Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Humas Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak seluruh umat Islam di Indonesia memanfaatkan fenomena Matahari yang berada tepat di atas Kakbah untuk mengecek kembali ketepatan arah kiblat. Peristiwa astronomi yang dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan, memastikan arah kiblat merupakan bagian penting dalam menyempurnakan pelaksanaan ibadah salat. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan momentum yang hanya terjadi dua kali dalam setahun tersebut.

“Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menag menjelaskan, saat matahari berada tepat di atas Kakbah, posisi sinarnya berada di titik zenit sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan pedoman untuk memverifikasi arah kiblat dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

Fenomena tersebut akan berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Pada waktu itu, masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak di area terbuka, kemudian mengamati arah bayangannya. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah.

“Pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA, kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama mengajak takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perkantoran, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk ikut melakukan pengecekan arah kiblat secara serentak.

Peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal resmi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, masyarakat dapat mengikuti proses verifikasi sesuai jadwal fenomena Matahari di wilayah masing-masing. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis agar proses pengukuran dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama.

Selain memastikan arah kiblat lebih akurat, gerakan nasional ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu falak sebagai salah satu dasar penting dalam pelayanan keagamaan. Edukasi tersebut diharapkan mampu memperkuat akurasi arah kiblat di masjid, musala, maupun berbagai fasilitas umum.

“Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT,” tutup Menag. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *