InternasionalNews

Ratu Semut Afrika Dijual Rp16 Juta, Perdagangan Ilegalnya Bikin Otoritas Kenya Khawatir

×

Ratu Semut Afrika Dijual Rp16 Juta, Perdagangan Ilegalnya Bikin Otoritas Kenya Khawatir

Sebarkan artikel ini
semut afrika
Perdagangan ilegal semut Afrika jadi sorotan (Pixabay/ Hans)

KITAINDONESIASATU.COM – Perdagangan satwa liar ilegal kini tak hanya menyasar gajah, badak, atau hewan eksotis berukuran besar. Di Kenya, semut Afrika justru mulai menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar internasional.

Di kawasan pinggiran Nairobi, ribuan hingga jutaan semut merah dan hitam hidup di tanah lembap yang kini menjadi sasaran para pemburu liar.

Serangga tersebut kemudian dikumpulkan untuk dijual ke luar negeri, terutama kepada kolektor dan penggemar semut di Eropa, Amerika Serikat, hingga Asia.

Kasus ini, sebagaimana laporan Aawsat. Com, mulai menjadi perhatian serius setelah sejumlah penangkapan dilakukan otoritas Kenya dalam setahun terakhir.

Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian publik terjadi pada Mei 2025, ketika dua warga Belgia berusia 18 tahun ditangkap karena membawa hampir 5.000 ratu semut yang disembunyikan di dalam tabung reaksi dan jarum suntik.

Keduanya kemudian dijatuhi denda sekitar 7.000 dolar AS atas kasus perdagangan satwa liar ilegal.

Selain itu, seorang warga Vietnam dan rekannya asal Kenya juga terseret kasus serupa. Sementara seorang warga China dilaporkan dihukum satu tahun penjara setelah kedapatan membawa sekitar 2.000 semut di bagasi kabinnya di bandara Nairobi.

Otoritas pengadilan Kenya menilai hukuman tegas diperlukan karena kasus perdagangan semut ilegal mulai meningkat dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *