KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat klaim mengejutkan terkait kondisi permukiman di ibu kota. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi RW dengan kategori kumuh berat di Jakarta.
“Memang masih ada yang kumuh di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, itu yang paling banyak. Tapi Alhamdulillah, sudah tidak ada yang kumuh berat,” ujarnya di Jakarta Pusat, Jumat (22/5).
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah dengan status kumuh sedang, kumuh ringan, hingga kumuh sangat ringan yang tersebar di beberapa titik ibu kota.
Pemerintah DKI memastikan program penanganan kawasan kumuh tidak akan berhenti. Bahkan, tahun depan ditargetkan sedikitnya 50 RW kumuh akan kembali ditata dan ditingkatkan kualitas lingkungannya.
Kelik menjelaskan, Pemprov DKI akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta untuk memetakan secara lebih detail titik-titik kawasan kumuh hingga level RT.
“Program akan kita lanjutkan berbasis data BPS. Kita akan benar-benar menyasar titik yang memang kumuh. Karena kalau ada satu RT saja yang kumuh, maka satu RW bisa dikategorikan kumuh,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh akan diprioritaskan di wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, terutama Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Kawasan padat seperti Tambora menjadi perhatian khusus karena kompleksitas permukiman yang tinggi dan membutuhkan penanganan yang lebih terukur dan berkelanjutan. (*)
