KITAINDONESIASATU.COM – Iran kembali menjadi sorotan setelah muncul rencana pengenaan biaya terhadap perusahaan teknologi Amerika Serikat yang memanfaatkan kabel internet bawah laut di kawasan Selat Hormuz.
Kebijakan iran ini disebut dapat berdampak pada perusahaan teknologi besar seperti Google, Meta, Amazon, hingga Microsoft yang selama ini bergantung pada jaringan kabel internasional untuk mendukung konektivitas digital.
Langkah tersebut memicu perhatian karena Selat Hormuz dikenal sebagai jalur strategis, tidak hanya bagi perdagangan energi dunia, tetapi juga infrastruktur telekomunikasi global.
Sejumlah kabel internet bawah laut penting melintasi kawasan itu untuk menghubungkan jaringan komunikasi lintas negara.
Selat Hormuz Jadi Sorotan Infrastruktur Digital Dunia
Rencana Iran muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah setempat disebut tengah mempertimbangkan sistem lisensi terhadap penggunaan dan pemeliharaan kabel internet bawah laut yang berada di wilayah tertentu.
Beberapa jaringan penting seperti FALCON, Asia Africa Europe-1, dan Gulf Bridge diketahui memiliki jalur yang berkaitan dengan kawasan sekitar Selat Hormuz.
Infrastruktur tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan layanan internet bagi negara-negara Teluk dan kawasan sekitarnya.
