Polgers menjelaskan bahwa dokter terkadang menanyakan apakah pasien mampu membawa belanjaan atau menaiki tiga hingga empat anak tangga, termasuk dalam penilaian sebelum operasi.
Menurutnya, sedikit terengah-engah setelah menyelesaikan aktivitas tidak otomatis menjadi masalah.
Hal yang lebih penting adalah apakah seseorang mampu menuntaskan aktivitas tersebut tanpa mengalami gejala yang mengkhawatirkan, seperti nyeri dada, perubahan penglihatan, atau sakit kepala.
Meski demikian, kemampuan menaiki tangga bukanlah satu-satunya ukuran kebugaran ataupun alat untuk mendiagnosis penyakit.
Penilaian harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, usia, kebiasaan aktivitas, serta gejala yang dialami.
Pada akhirnya, napas terengah-engah setelah naik tangga bisa saja merupakan respons tubuh yang normal.
Namun, jika keluhan baru muncul, semakin parah, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai gejala lain, jangan langsung menganggap penyebabnya hanya kurang olahraga.
Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan langkah yang tepat.***





