LifestyleKesehatan

Napas Terengah-engah Saat Naik Tangga, Tanda Kurang Bugar atau Gejala Penyakit?

×

Napas Terengah-engah Saat Naik Tangga, Tanda Kurang Bugar atau Gejala Penyakit?

Sebarkan artikel ini
naik tangga
Naik tangga secara rutin bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk meningkatkan aktivitas fisik, menjaga kesehatan jantung, dan menurunkan risiko penyakit. (Magnific/katemangostar)

Saat melakukan aktivitas tersebut, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen sehingga kerja pernapasan meningkat.

Carl Erickson, spesialis performa fisik di Mayo Clinic Sports Medicine, menjelaskan bahwa menaiki tangga membutuhkan tenaga lebih besar dibandingkan berjalan di permukaan datar.

Setiap langkah mengharuskan seseorang mengangkat berat tubuhnya sendiri, mirip gerakan squat atau lunge dalam latihan kekuatan.

Karena itu, napas yang meningkat setelah menaiki tangga belum tentu menandakan adanya penyakit.

Jika pernapasan kembali normal dengan mudah dalam waktu sekitar satu menit, kondisi tersebut umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Namun, tingkat kelelahan setiap orang bisa berbeda. Menaiki tangga dengan berlari atau sambil membawa tas berat tentu membutuhkan tenaga lebih besar daripada melangkah santai tanpa beban.

Kondisi fisik dan kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh. Seseorang yang jarang berolahraga mungkin lebih mudah terengah-engah dibandingkan orang yang rutin melakukan aktivitas fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *