Karena kandungan seratnya lebih tinggi dalam perbandingan tersebut, ubi jalar Jepang bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin menambah asupan serat harian. Namun, kentang biasa juga tetap dapat menjadi bagian dari menu bergizi.
2. Berpotensi Membantu Mengendalikan Gula Darah
Meski memiliki rasa manis, ubi jalar Jepang disebut berpotensi memberikan respons gula darah yang berbeda dibandingkan kentang biasa.
Kedua jenis umbi ini dilaporkan memiliki kandungan karbohidrat yang hampir sama, yakni sekitar 21,1 gram per 100 gram. Karbohidrat akan dicerna tubuh dan sebagian diubah menjadi glukosa yang digunakan sebagai sumber energi.
Serat dalam ubi jalar Jepang dapat membantu memperlambat proses pencernaan. Namun, respons gula darah tidak hanya ditentukan oleh jenis umbi, melainkan juga porsi, cara memasak, serta makanan pendamping.
Ubi jalar Jepang bukan pengganti obat diabetes. Orang yang memiliki diabetes tetap perlu mengikuti anjuran dokter dan memantau kadar gula darahnya.
Verywell Health juga menyinggung senyawa bernama Caiapo, yang berasal dari ubi jalar berdaging putih dan pernah diteliti terkait pengendalian gula darah.

