Ahli nutrisi menyebut tubuh dapat memanfaatkan sekitar 90 persen protein yang terdapat dalam telur rebus. Metode ini juga tidak membutuhkan tambahan minyak atau mentega sehingga kandungan kalori dan lemak tambahan tetap rendah.
Telur rebus maupun telur setengah matang dinilai memberikan kombinasi yang cukup baik antara daya cerna protein, keamanan, dan kandungan gizi. Sementara itu, telur mentah berada pada pilihan yang kurang menguntungkan dari sisi penyerapan protein dan keamanan.
Telur goreng tetap mengandung protein yang baik
Telur yang digoreng pada dasarnya tetap memiliki kandungan protein yang tidak jauh berbeda dengan telur rebus. Proses memasak membantu membuat protein lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Hal yang perlu diperhatikan justru penggunaan minyak atau mentega. Semakin banyak lemak yang digunakan ketika menggoreng, semakin tinggi pula jumlah kalori dan lemak dalam makanan tersebut.
Karena itu, telur goreng tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Agar lebih ringan, telur sebaiknya dimasak menggunakan minyak dalam jumlah secukupnya dan menghindari penggunaan lemak jenuh secara berlebihan.
Bolehkah makan telur setiap hari?
Bagi sebagian besar orang sehat, mengonsumsi telur setiap hari dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Satu butir telur utuh, termasuk kuning telur, umumnya masih dapat dimasukkan ke dalam menu harian.

