KITAINDONESIASATU.COM – Selama bertahun-tahun telur kerap dianggap sebagai makanan yang perlu dibatasi karena kandungan kolesterolnya. Namun, sejumlah penelitian terbaru justru menunjukkan sisi lain dari bahan pangan ini.
Salah satunya mengungkap bahwa telur seminggu sekali berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer, sehingga kembali memunculkan pembahasan mengenai hubungan telur dan kesehatan otak.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat makan telur tetap harus dilihat sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2024.
Tim peneliti dari Rush University, Amerika Serikat, menganalisis data Memory and Aging Project yang melibatkan 1.024 orang lanjut usia selama rata-rata 6,7 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi telur seminggu sekali berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer memiliki kemungkinan mengalami penyakit Alzheimer sekitar 47 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang hanya makan telur kurang dari satu butir setiap bulan.
Penelitian ini semakin memperkuat dugaan adanya hubungan antara telur dan kesehatan otak serta manfaat makan telur bagi lansia.
Tak hanya itu, penelitian lain yang melibatkan analisis jaringan otak dari 578 partisipan menemukan hasil serupa.



