Orang yang rutin mengonsumsi telur seminggu sekali berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer diketahui memiliki lebih sedikit plak amiloid dan kekusutan neurofibriler, dua penanda utama yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Temuan tersebut memberi petunjuk bahwa telur dan kesehatan otak kemungkinan saling berhubungan melalui perlindungan terhadap sel-sel saraf.
Namun, para peneliti tetap menilai manfaat makan telur masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian lanjutan.
Mengutip laporan vnexpress.net, dokter Hong Wei-Bin dari Departemen Neurologi Rumah Sakit Universitas Nasional Cheng Kung, Taiwan, menjelaskan bahwa telur mengandung sejumlah nutrisi penting seperti asam lemak omega-3 dan lutein.
Kedua zat tersebut diyakini mampu membantu mengurangi peradangan pada jaringan otak sekaligus berfungsi sebagai antioksidan.
Karena itu, telur seminggu sekali berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer dinilai memiliki dasar ilmiah yang cukup menjanjikan dalam kaitannya dengan telur dan kesehatan otak, meski manfaat makan telur tidak berdiri sendiri tanpa didukung pola hidup sehat.
Selain omega-3, perhatian para ahli juga tertuju pada kuning telur. Bagian ini justru menyimpan sebagian besar kandungan kolin, lutein, zeaxanthin, dan berbagai nutrisi penting lainnya.
Menurut Dr. Lam Manh Han dari Rumah Sakit Umum Dong Nguyen, kolin merupakan nutrisi yang berperan besar dalam pembentukan asetilkolin, neurotransmiter yang mendukung daya ingat, kemampuan belajar, serta konsentrasi.




