KITAINDONESIASATU.COM- Pemkot Bogor terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan dan pencegahan stunting sebagai upaya menyiapkan Generasi Emas 2045.
Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang telah terjalin, Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Yayasan Harapan Bangsa Mandiri (HBLM).
Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kontribusi nyata Yayasan HBLM dalam mendukung program penanganan stunting di Kota Bogor sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Penyerahan penghargaan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan konvergensi stunting yang diinisiasi Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah. Mengusung tema “Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting”, kegiatan berlangsung di Ruang Yerusalem, Lantai 4 GSJA Betlehem, Jalan Suryakencana Nomor 93, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Selasa 30 Juni 2026.
Dalam keterangannya, Jenal Mutaqin menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan dermawan yang secara konsisten bergerak dalam upaya pengentasan stunting di Kota Bogor.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur pentahelix.
“Siang ini saya berada di Yayasan Harapan Bangsa Mandiri. Setelah kami tracking, yayasan ini sudah lama berkiprah memberikan bantuan kepada balita dan anak-anak di sekitar kelurahan secara konsisten setiap bulan. Ini menjadi ikhtiar dan syiar yang kuat bahwa penanganan stunting di Kota Bogor dilakukan secara serius,” ujar Jenal Mutaqin.
Untuk menjaga komitmen sekaligus meningkatkan transparansi kepada para donatur, Pemkot Bogor mengoptimalkan penggunaan aplikasi Besti (Bebas Stunting) yang telah diluncurkan sejak Januari 2026.
Melalui aplikasi tersebut, para donatur, termasuk Yayasan HBLM, akan memperoleh akun khusus untuk memantau perkembangan anak asuh secara berkala.
“Next, pihak yayasan atau donatur bisa memantau langsung setiap bulan peningkatan anak yang dibantu melalui handphone masing-masing. Mulai dari penambahan berat badan, status gizi, lingkar kepala, hingga tinggi badan. Ruang ini kita ciptakan agar donatur mengetahui bahwa bantuan mereka betul-betul sampai dan berdampak,” tambah Jenal.
Jenal Mutaqin menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia saat pelantikan kepala daerah, di mana Kota Bogor ditargetkan bebas dari stunting dan kemiskinan.
Berdasarkan data rekonsiliasi periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sekitar 512 balita di Kota Bogor telah dinyatakan lulus dari kategori stunting.
Menghadapi Bulan Penimbangan Balita (BPB) pada Agustus mendatang, Pemkot Bogor memfokuskan strategi intervensi dari hulu guna mencegah munculnya kasus stunting baru atau Zero New Stunting.
“Bukan hanya sekadar melihat kondisi fisik seperti tinggi dan berat badan yang tidak ideal, tapi ini tentang mempersiapkan kemampuan SDM anak-anak kita hingga mereka dewasa. Selain faktor gizi seimbang, sanitasi lingkungan, dan air bersih, faktor penentu yang paling tinggi indikatornya adalah pola asuh orang tua,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Babakan Pasar, Kartini Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang secara komprehensif dan tidak hanya bersifat seremonial.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan juga diisi dengan Talk Show bertema “Pentingnya Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Menuju Generasi Emas Tahun 2045” yang menghadirkan narasumber Catharina Nidya Putri, Psikolog Klinis Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Kelurahan Babakan Pasar juga menyalurkan bantuan berupa susu, telur, dan buah-buahan kepada 30 penerima manfaat yang terdiri atas orang tua, anak stunting, ibu hamil, keluarga berisiko stunting (KRS), serta calon pengantin.
“Kami sangat terbantu oleh Yayasan HBLM, komunitas, serta tokoh masyarakat. Berkat kerja keras kader dan seluruh tim, angka stunting di Kelurahan Babakan Pasar mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data awal, angka stunting atau rawan stunting sempat mencapai 49 anak, lalu turun ke angka 13, dan berdasarkan penimbangan terakhir per Februari 2026, kini menyisakan 9 anak,” ungkap Kartini.
Untuk memperkuat edukasi publik secara lebih luas, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Press Gathering bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menggerakkan seluruh elemen strategis di Kecamatan Bogor Tengah, termasuk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), Puskesmas Belong, hingga sektor swasta seperti General Manager Hotel 101, untuk bersama-sama melakukan jemput bola apabila ditemukan balita dengan kondisi pemenuhan gizi yang belum optimal.

